Humaniora kemarin, desa fiktif hingga penjelasan kopi saset terbakar

Humaniora kemarin, desa fiktif hingga penjelasan kopi saset terbakarIlustrasi – Pekerja memetik kopi Arabika di Desa Sukorejo, Sumber Wringin, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (25/6). Antara Jatim/Seno/zk/18.

WARTABARU.COM – Ada beberapa berita humaniora pada Rabu (6/11) yang menjadi perhatian dan dapat dibaca kembali hari ini seperti janji Presiden Joko Widodo untuk mengejar pelaku yang membuat data desa fiktif untuk mendapat dana desa hingga penjelasan mengapa kopi saset mudah terbakar.

Berikut beberapa berita humaniora menarik tersebut:

Soal dugaan desa fiktif, Jokowi akan kejar pelakunya hingga tertangkap

Presiden Joko Widodo berjanji akan membongkar dan menangkap pelaku yang memasukkan nama desa fiktif untuk mengklaim dana desa. Hal itu dia lakukan setelah Menkeu Sri Mulyani menyebut muncul desa-desa baru akibat adanya kucuran dana desa.

Selanjutnya bisa dibaca di sini

Anggota Komisi X DPR RI mendorong Mendikbud Nadiem Makarim untuk memberi perhatian lebih kepada Provinsi Papua Barat agar terjadi penyelarasan program kerja pendidikan berbasis teknologi.

Untuk tahu lebih lengkapnya mengenai permintaan mereka bisa dilihat di sini

Untuk menutupi defisit keuangan yang terjadi, anggota Komisi IX DPR RI mengusulkan agar subsidi energi yang diberikan pemerintah agar dialihkan kepada BPJS Kesehatan.

Selengkapnya mengenai usul tersebut bisa dibaca di sini

BPOM: Kopi saset mudah terbakar karena materialnya

Kepala BPOM Penny K Lukito memberi penjelasan kenapa kopi saset mudah terbakar setelah beberapa kali muncul video di Internet yang menunjukkan kopi instan sejumlah merek mudah sekali dibakar.

Untuk tahu penjelasannya bisa dilihat di sini

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *