WARTABARU.COM-Lampung Selatan_Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung pengembangan pendidikan karakter bangsa yang selain mendidik siswa calon pemimpin bangsa menjadi cerdas dan responsif juga memiliki watak jujur.
Hal itu disampaikan Gubernur Arinal Djunaidi saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Kebangsaan, di Kecamatan Penengahan, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (17/3/2020).
“Untuk mencapai nilai A mungkin tidak sulit, tetapi bagaimana kita mampu mengembangkan nilai A tersebut seperti jujur dan ikhlas. Itulah sebabnya, pemerintah bersungguh-sungguh menggarisbawahi akan pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter bangsa,” ujar Gubernur Arinal di hadapan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Aris Satria dan pendiri SMA kebangsaan Zulkifli Hasan dalam acara kunjungan tersebut.
Gubernur Arinal juga menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung telah mengambil bagian dalam membangun anak bangsa. Selain pembangunan fisik dan melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, juga melakukan pemberian bantuan beasiswa pendidikan kepada siswa-siswi SMA Kebangsaan berasal dari 15 Kabupaten/Kota dengan syarat tertentu.
Beasiswa ini diberikan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka upaya memastikan kemajuan dan kualitas pendidikan, yaitu Tahun 2017 sebanyak 20 siswa, Tahun 2018 sebanyak 48 siswa, dan Tahun 2019 sebanyak 45 siswa, begitu juga di tahun 2020.
“Saya juga akan mendorong siswa di 15 Kabupaten/Kota untuk dapat melanjutkan sekolah di SMA Kebangsaan. Dan menyampaikan informasi kepada perusahaan dalam mendukung SMA Kebangsaan,” jelasnya.
Selain memberikan beasiswa di SMA Kebangsaan, Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan kerja sama dengan memberikan bantuan beasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Beasiswa Perguruan Tinggi yang dikelola oleh Sampoerna, dan Beasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera),” jelasnya.
Terkait merebaknya virus corona saat ini, Gubernur Arinal menyampaikan dalam rangka pencegahan di lingkungan satuan pendidikan, maka perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan di antaranya mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), memastikan ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tisue) di lingkungan sekolah.
Sementara itu, pendiri SMA Kebangsaan Zulkifli Hasan mengapresiasi kehadiran Gubernur Arinal.
“Ucapan terimakasih kepada Pak Gubernur sudah berkenan hadir. Anak-anak sangat mengharapkan dukungan dan bimbingan Pak Gubernur, karena bapak adalah orang tua bagi anak-anak. Dan anak-anak inilah yang 20 tahun ke depan akan menggantikan kepemimpinan kita,” jelas Zullkifli.
Ia menjelaskan bahwa dalam mendukung pendidikan anak-anak, pihaknya juga akan berupaya membantu mencarikan beasiswa untuk kuliah di IPB sampai menjadi sarjana.
Dalam kesempatan itu, Rektor IPB Arif Satria menjelaskan dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan, maka generasi tersebut harus responsif terhadap perubahan.
Spesies yang survive bukanlah spesies yang kuat dan pintar, tetapi spesies yang responsif terhadap perubahan. Jadi kita tidak cukup hanya pintar dan kuat, tetapi harus mampu merespon bagaimana perubahan terjadi,” jelas Arif.
Dalam menghadapi era baru ini, jelas Aris, maka yang sangat diperlukan adalah soft skill seperti inovasi dan kreativitas. Hal ini dikarenakan faktor sukses di dunia kerja sekitar 85 persen berasal dari soft skill, dan 15 persennya dari hard skill.
Dan faktor yang membuat kita sukses pertama kejujuran, kedua disiplin, ketiga interpersonal skill, dan kerja lebih keras dari orang lain. Dan inilah yang menjadi dasar IPB untuk berubah guna menyiapkan generasi yang responsif, adaptif dan survive terhadap perubahan,” jelasnya. (Gn-Adpim)
