Warga Gang Subur Heboh Dikunjungi Mufti dan Saleh

WARTABARU.COM-Metro_Warga Gang Subur, 22 Hadimulyo Barat geger dengan kedatangan Mufti Salim dan Saleh Chandra, calon Walikota Metro dengan nomor urut 2 (dua) mengunjungi lingkungan mereka.  puluhan warga histeris dan mengelu-elukan nama Mufti Salim, tidak sedikit mereka yang ikut berjalan kaki bersama Mufti Salim menyusuri Gang tersebut.

“Luar biasa. Saya apresiasi sambutan warga Gang Subur ini. Di luar ekspektasi saya, saya terharu dan bangga. Tapi satu pesan saya, tetap patuhi protokol kesehatan ya untuk semua,” ujar Mufti di sela-sela giat Mas Mufti Menyapa (M2M) itu, Sabtu (31/10/2020).

Pada kesempatan itu, Mufti dan Saleh membagikan masker, handsanitizer, flyer program Paslon nomor urut 2 yang mengusung jargon Metro Bahagia. Dalam kesempatan itu, turut hadir Vittorio, Ketua Tim Pemenangan Mufti Saleh, dan relawan. Kegiatan makin heboh, karena warga berduyun-duyun ikut serta mengawal Mufti.

Dengan pakaian khas lurik dan menggunakan blankon, Mufti menyapa warga dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa halus, sementara Saleh menggunakan bahasa Lampung disesuaikan dengan warga yang ditemui.

Salah seorang warga yang rumahnya di datangi Calon Walikota dan Wakil Walikota tersebut menyatakan bahwa dirinya siap menjadi saksi akan kebaikan Mas Mufti hingga akhirat.

“Insya Allah saya siap menjadi saksi akan kebaikan-kebaikan Mas Mufti hingga akhirat jika sekiranya Mas Mufti menjadi Walikota Metro yang amanah, ” ungkap Novi, warga Gang Subur, Hadimulyo Barat.

Perempuan yang juga pedagang di Pasar Kopindo itu berpesan bahwa Mas Mufti ketika memimpin jangan sampai berbuat dzalim kepada warganya, dan mampu menekan dekadensi moral yang kini makin merajalela.

“Kita ingin hidup baik, takut Allah mempercepat kiamat, sehingga walikota harus bisa ikut membina ahlak warganya. Jangan sampai bencana keluarga diakibatkan free sex semakin luas, ” pesan  perempuan itu.

Sementara, mendengar harapan tersebut, didampingi Kiyay Saleh, Calon Wakilnya, Mas Mufti menyatakan bahwa ini adalah tanggungjawab bersama pemimpin dan masyarakat.

“Namun tentu tanggungjawab terberat ada pada pemimpin, untuk itu saya mohon didoakan bisa amanah dan istiqomah, ” ungkap lelaki yang pernah kuliah di Madinah itu. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *