Pengalaman 16 Tahun di DPRD, InshaAllah Mufti Amanah

WARTABARU.COM-Metro_Komitmen dan janji politik yang dituangkan dalam kontrak kerja akan berusaha semaksimal mungkin Mufti Salim jalankan. Dengan menjabat 16 Tahun di DPRD, itu membuktikan Mufti Salim amanah.

Hal itu disampaikan Mufti Salim setelah mendengarkan keluhan warga Metro, saat diundang makan bersama keluarga besar Merdeka FC dan suporter Viking Kota Metro di kediaman Ilham dan Gusti Berly di Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Minggu (8/11/2020) malam.

Hendra Saputra, Ketua Merdeka FC, mengeluhkan pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja yang menjadi momok menakutkan. Banyak warga Metro khususnya di keluarga besar Merdeka FC sendiri yang merasakan PHK, turunnya omset dagangan (karena sebagian besar anggota Merdeka FC juga orang pasar), dan minimnya perhatian dari pemerintah.

“Kita ini sama-sama merasakan dampak ekonomi yang luar biasa Mas. Yang dagang omsetnya anjlok, yang bekerja ada yang di PHK, kami berharap program Suka Sate dan 22 ribu lapangan kerja baru itu bisa benar-benar direalisasikan Mas Mufti. Kami melihat program Mas Mufti paling realistis untuk dilakukan, maka kami juga berkomitmen membantu memenangkan Mas Mufti,” ujar Hendra dalam pembukaannya.

Sementara itu Wayan, menyampaikan, masyarakat Metro ini butuh didengarkan, dirangkul, diajak ngobrol. “Rakyat Metro ini sudah pinter-pinter. Sudah bosen dibohongi saat pilkada atau pemilu legislatif. Kami ini pengen didengarkan, diajak diskusi, diuwongke. Saya kira itu semua memang ada di Mas Mufti. Insha Allah amanah Mas Mufti saat memimpin Kota Metro,” tegasnya.

Mufti Salim menanggapi satu persatu. Ia mengaku, konsep Suka Sate memang dikreasikan untuk membantu membuka 22 ribu lapangan kerja, bahkan lebih saat terpilih menjadi Walikota Metro. Nanti akan menyentuh ke sektor produksi, pemasaran, dan konsep pelatihannya.

“Sehingga orangtuanya di rumah produktif, anak-anaknya bisa masuk Mall Online yang nanti akan kita buat, rencananya prototipe nya akan kita launcing pada 22 November ini dan sudah bisa yang mau bergabung, karena kita sediakan 22 UMKM untuk slot tahap awal ini. Ini menjawab sekaligus soal subsidi ongkos kirim yang kita gagas. Kita realisasikan nyata,” ujar Mufti.

Komitmen dan janji politik yang dituangkan dalam kontrak kerja, Mufti menyampaikan bahwa akan berusaha semaksimal mungkin menjalankannya. Pendekatan agama yang dilakukan adalah imam salat. Benar imam ada di depan, tapi tidak berjarak dengan makmumnya. Benar imam bergerak lebih dulu, tapi tidak meninggalkan makmumnya.

“Dan imam selalu melihat dan memerhatikan kondisi makmum sebelum salat dimulai. Benar walikota di depan, tapi rakyat tetap diajak bicara, benar walikota yang mengatur penganggaran tapi rakyat hendaknya diajak diskusi atau diwungke mau dibawa kemana anggaran ini. Jadi rakyat merasa memiliki walikotanya, bisa ngadu ke bapaknya. Karena APBD itu uang rakyat juga, jadi mereka berhak tau,” ucapnya.

Sementara itu terkait dengan kejujuran dan amanah, Mufti tidak ingin mengatakan dirinya berjanji dan akan menepati. Menurutnya, tidak elok jika menilai diri sendiri.

“Jika ingin mengetahui komitmen saya, rakyat harus ngalah dulu, bantu jadikan saya walikota. Tapi kalau mau bukti lain, saya 16 tahun di DPRD, silakan ditanyakan ke teman-teman saya yang di DPRD, bagaimana seorang Mufti saat berjanji. Insha Allah kita amanah karena kembali lagi, ini soal agama yang kita anut untuk tidak boleh ingkar. Insha Allah sahabat-sahabat lama saya, paham karakter saya soal janji,” tegasnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *