WARTABARU.COM-Metro_dr. Wahdi inginkan lahan-lahan kosong di Kota Metro dapat di fungsikan. Selain nantinya terlihat lebih rapih dan indah, juga dapat menjadi ketahanan pangan dan bermanfaat bagi warga sekitar maupun warga Kota Metro umumnya.
Hal itu disampaikan Walikota Metro tersebut ketika mengunjungi lahan kosong yang dimanfaatkan warga dengan ditanami sayur-sayuran dan lahan kosong yang dirubah warga menjadi kolam ikan, pada saat menghadiri kegiatan peresmian Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Ruwa Jurai di Kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat. Rabu (3/3/2021).
Hadir dalam kegiatan Acara tersebut, Walikota Metro dr Wahdi Sirajuddin S., Pog. Wakil Walikota Metro Drs Qomaruzzaman MA, Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati, Kasdim 0411/Metro/LT Mayor Inf Bagus Setiawan, Wakil Ketua DPRD Kota Metro Ahmad Khusaini, Camat, Lurah dan Masyarakat setempat.
“Kota Metro ini lahannya sedikit, harus dimaksimalkan lahan-lahan yang ada, Kita berharap Kedepan tidak ada lagi lahan kosong yang tidak terurus (bongkor), tanami dengan sayur-sayuran, buah-buahan yang bermanfaat, itu bisa menjadi ketahanan pangan. Kita sudah bicarakan tadi dengan pak Wakil Ketua DPRD terkait perlu tidaknya kita buatkan Perda. Tapi intinya pemerintah akan suport bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan tidur mereka,” jelas dr. Wahdi.
Selain itu, Walikota Metro bersama rombogan juga mengunjugi Pos Ronda dan rumah isolasi dan Posko klinik Kampung Tangguh Nusantara (KTN).
Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati saat memberi sambutan menjelaskan, bahwa KTN di Kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat ini adalah yang ke. 9 (sembilan), target yang sedang diselaraskan adalah Penerapan Pembatasan Bersekala Mikro (PPKN) yang penerapannya sampai ke sel-sel yang ada di kelurahan, seperti RW dan RT hingga ke gang-gang untuk pengendalian penyebaran Covid-19.
KTN yang salah satu unsurnya adalah masyarakat setempat nantinya yang akan memberikan edukasi, mensosialisasikan, menangani hingga mentracing yang akan dibantu oleh Dinas Kesehatan, polri dan TNI yang telah dilatih untuk menangani warga yang terkena covid-19.
“Semua itu kita libatkan masyarakat setempat, sampai dengan pemberdayaan. Karena, kalau terpapar covid-19, salah satu yang diserang adalah psikologi, jadi pasien merasa terkucilkan, merasa dibiarkan. Nah, merekalah nantinya yang mendatangi dan memberi support kepada pasien tersebut”, jelas Kapolres. (D0)
