WARTABARU.COM-METRO_DPRD Kota Metro pertanyakan ke Dinas Kesehatan (Diskes) setempat perihal belum terbayarnya insentif tenaga medis yang menangani covid-19. Padahal anggaran dari pusat maupun APBD sudah di persiapkan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II Fahmi Anwar saat hearing dengar pendapat dengan Diskes Metro di OR DPRD setempat, Rabu (3/6/2020).
“Kan sebelumnya kita sudah hearing dengan rumah sakit, dan insentif tenaga medis rumah sakit sudah dibayar. Kenapa yang lain belum. Intinya, kita mendorong agar mempercepat anggaran tersebut bisa disalurkan. Karena memang ada anggarannya,” tegas Fahmi.
Sementara Dinkes Metro mengaku tengah memproses anggaran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di wilayah setempat. Kadiskes Metro Erla Adriyanti menjelaskan, dana insentif sudah teranggarkan baik dari pusat maupun APBD, saat ini sedang proses pembuatan SK wali kota dan menunggu peemohonan Puskesmas dan Rumah Sakit.
“SK wali kota ini untuk insentif yang tidak terbayarkan oleh pusat. Dari pusat itu seperti RSUD Ahmad Yani, Dinkes, dan Puskesmas, yang wali kota itu RS Swasta. Nah, Rp 10 Miliar itu salah satunya untuk pembayaran insentif,” beber Erla selepas hearing dengan Komisi II.
Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/MENKES/278/2020, sasaran pemberian insentif dan santunan kematian adalah tenaga kesehatan berstatus ASN dan non ASN, maupun relawan, yang ditetapkan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau pimpinan institusi kesehatan.
Adapun besaran insentif untuk dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta per bulan selama tiga bulan. Namun, ada perhitungan lain, tidak diberi serta merta sesuai jumlah yang ditetapkan.
“Jadi bisa tidak sama jumlahnya. Karena melihat jumlah kasus, jumlah tempat tidur, dan jam jaga, itu yang dihitung. Bisa beda yang diterima dokter di RS A dan RS B, karena jumlah pasien dan lainnya. Kami berterima kasih masukan dari media soal insentif, mudah-mudahan proses bisa cepat dan segera kita cairkan,” tutupnya. (Red)
